Senin, 24 Juni 2013

Hey Kamu.... Yaa.. Kamu!! Kamu itu...

Ini merupakan sebuah percakapan yang bisa dapat disebut *weird, freak, silly* dan sejenis itulah...
Percakapan ini berisi tentang berbagai, orang - orang yang gue dengarkan disaat gue berada di suatu pusat keramaian seperti mall, parkiran motor, bahkan toilet...

Percakapan pertama..
*mall*
Disaat gue menemani nyokap gue, di suatu pusat perbelanjaan di bekasi. Gue tidak sengaja menguping pembicaraan seorang ibu - ibu "heboh, hebring".
Beginilah yang mereka bicarakan.

Si Heboh (ibu 1) : "eh buu, ini baju model shanghai kerahnya bagus banget loh buat, ibu terlihat memukauuu!!"

Si hebring (ibu 2) : "oh yaa? Aduuuh jeng, saya ga biasa pakai kerah begitu.. Nanti diomelin suami saya"

Si heboh : "masih ajah pikirin suami, pikirin diri kita dong buu, kan kita ini wanita, butuh dandan juga. Hihihihiiiiii"

Gue : "demi apapun!! Kalo gue punya istri begitu, gue kutuk jadi batu, biar bareng sama malin kundang!!" *berbicara dalam hati*

Si hebring : "iyaa sih, terus jeng ga beli juga tuh baju, kan kalo kita pakai bareng siapa tahu, kita dikira anak kembar loh jeng hohohohooooo"

Si heboh : "hmm iya pengen, cuma yaa taulah, duit saya ga mau buat beli baju model begini, bukan model yg saya sukai buu"

Si hebring : "ih bagus tau, ah saya mau beli, biar keliatan memukau kata jeng tadi..."

Si heboh : "yuuk marii..."

Gue : "freak!! Katanya ga mau, eh malah di beli..." *ngomong didalam hati*

Percakapan kedua
Parkiran motor kampus gue yang cuma padet kalo pas mulai masuk kuliah, kemudian selesai UTS. Kalo mau lengang dapat parkiran, datanglah pas UTS dan UAS kalau bisa sih pas liburan itu lebih lengang pangkat 3!!
That's why.. Gue mau beritahu percakapan ini ada di parkiran, oke karena gue merasa aneh dengan percakapan itu. Jadi, ketika gue sedang bersiap - siap di motor untuk lekas pergi, sebelum itu gue bersiap memakai jaket, masker, headset untuk mendengarkan musik *my habit* hehehehe... Di selah - selah gue memakai semua peralatan mengemudi gue, tak sengaja gue mendengar percakapan antara sepasanga kekasih (kejadiannya baru - baru ini loh...). Jadi, sepasang kekasih ini sedang bertengkar. Oke, gue kambing congek yg dengerin mereka. Pertanyaan besar adalah..... "KENAPA, HARUS DI DEPAN MOTOR GUE?". Mungkin, gue anggap tuhan menunjukkan ke gue bahwa kalau orang pacaran bertengkar itu seperti ini. Hah! Tapi, dulu gue ga gitu ah hahahahahaa...
Oke, lanjuuuut...
Ini percakapan mereka yang gue dengar dan masih terngiang di pikiran gue, sehingga membuat gue susah tidur karena selalu senyam senyum sendiri. 

Cowok : "yang,..."
Cewek : "hah! Apa! Udahlah selesai sudah, sampai disini ajaaa"

Gue : "sudaaahh~~ sampaaaaii~ disini~~ ajah" *nyanyi didalam hati, tersenyum sendiri melihat mereka*

Cowok : "dengerin aku ngomong dulu.. Aku mau jelasin, kalau dia itu cuma temen aku, teman aku pas SMA"

Cewek : "temen kok tapi mesra, itu bukan teman namanya!!"

Gue : "teeet!! ratu (duo maia)!!" *sekali lagi didalam hati, sambil tersenyum - senyum sendiri*

Cowok : "engga sumpah!! Aku tuh ga ada apa - apa sama dia!!"
Cewek : "bohong!! Kamu itu jahat!! Bangke! Tai!"

Gue : "pffffttt... Udah bangke, tai, buset dah baunyaa ga kebayang" *lagi - lagi gue tersenyum dan pengen ketawa, cuma gue tahan sambil masang masker*

Lanjut yaa broosist..
Ini klimaksnya...

Cowok : "sumpah deh, aku tuh engga ada apa - apanya" lalu menggenggam tangan si cewek "tunggu duluu!!"
Cewek : "plak!!" Tangan si cewek tersebut terlukis di pipi si cowok tersebut "sudah, aku malu..bye.."
Cowok : "............................" Hening

Gue : "yaaah sinetron abis" *dalam hati*

Yaa namanya cinta yaa brosist... Kalau siap cinta yaa siap disakiti (siap ditampar!!) hehehehe....

Lanjut ke percakapan ketiga yaa brosist...
Kali ini, percakapannya di toilet. Yaa toilet mall. Seperti biasa apa yang dilakukan cowok yang tulen itu ketoilet, pikir!!. Hehehhee... Yaa buang air lah...
Nah, disaat sedang buang air.. Ada 2 cowok yang "abisss laki" you knowlaaah...jadi, 2 lelaki jelmaan titisan boyband ini, bercakap ria ditoilet. Penasaran, Apa yang di bicarakan mereka?
Check this...

Cowok 1 : "hey, lo pikir gue ga kece? Kalo di golongkan itu gue cowok manis kalii"
Cowok 2 : "hmmm gue kali ah!!"
Sambil mengaca di toilet
Cowok 1 : "eh, lo tau ga sih kalo besok ada lomba mencari model bintang gitu"
Cowok 2 : "oh ya? Masa? Dimana? Lo ikut?"
Cowok 1 : "yaa ikutlah, secara gue imut kayak morgan"
Cowok 2 : "dih, najyyuuss"
Cowok 1 : "ha ha ha! Takut kesaingin lo yaa"
Cowok 2 : "dih ngapain juga takut kesaingin lo, secara gue lebih banyak fansnya dari pada elo jo!"

Gue :"oke, gue diantara 2 setan yang merasa dirinya bagian dari comut - comut boyband, oh tidak!!" *Dalam hati* selesai buang air menuju ke tempat cuci tangan.

Cowok 1 : "lo mah apa apa dikaitkan fans mulu, gue itu lebih dari lo tau ga!!"
Cowok 2 : "ayo mari kita buktikan!! Siapa yang lebih dari segalanya"

Gue : "mampus, gue berada di perang antar titisan boyband!!" *dalam hati*

Cowok 1 : "ayoo!!"
Cowok 2 : "lah ayoo kita berangcut"

Gue : "surgaaaaaa...." Lega hati ini

Akhirnya mereka berdua pergi...
Entah mereka pergi kemana, dan entah mau melakukan apa. Gue pun ga mau mengetahuinya, cukup mengetahui apa saja yang di bicarakan mereka dan sebab musabab mereka bertengkar. Karena, hanya memperebutkan posisi model bintang, serta berlomba memiliki wajah imut...
Oh tidak -,-"

Oke brosist...
Sekian cerita dari gue.. Semoga menghibur kalian.. Dan tentunya semoga memberi pencerahan kepada kalian "caaaaeeeiiillaaah"
:D
*brofist* 


Jumat, 14 Juni 2013

Eh ini beneran loh...

Sesuatu cerita yang mungkin ini adalah cerita yang sudah lalu dan ingin gue ceritakan.

Jadi, begini,...

Disaat gue menemani nyokap gue ke sebuah mall di jakarta, gue melihat sepasang kekasih bergandengan tangan ah itu ga seru membosankan. jadi, disini gue mau cerita waktu gue menemani nyokap gue kemall di jakarta, gue melihat seorang ibu berumur kurang lebih 70 tahun yang terlihat bingung dikeramaian. kemudian gue berbicara ke nyokap gue "bu, kasihan dede liat ibu itu, sepertinya lagi bingung". nyokap gue menjawab "hah? yang mana de?". gue kembali menjawab "ituloh bu yg deket patung". nyokap gue melirik lagi dan kemudian, "oh itu, iya sepertinya dia lagi bingung coba kamu samperin sana kamu tanya". 

Nyokap menyuruh gue untuk menghampiri si ibu itu dan gue bertanya pada ibu itu selayaknya satpam mall "ada apa ibu? sepertinya terlihat bingung, mungkin saya bisa bantu". ibu itu menoleh dan matanya menghadap ke gue. ibu itu berkata "iya ini saya bingung mencari anak saya, dia menyuruh saya menunggu disini tapi sudah berjam - jam saya menunggu dia tak kembali mas sedangkan, saya engga memiliki hp untuk menghubunginya". untuk memastikan kebenaran omongan ibu ini, gue bertanya kembali "memang ibu tadi naik apa kesini? memang ibu punya nomor hp anak ibu? biar nanti saya yg menghubungi anak ibu". ibu itu menjawab "naik mobil mas, tadi mobilnya parkir di bawah, sebentar mas saya cek di tas saya dulu". 

Ketika ibu itu sedang mengambil nomor telfon anaknya, nyokap gue menghampiri kita. nyokap gue bertanya pada gue "kenapa de?". "jadi, ibu ini disuruh anaknya menunggu di sini bu, tapi ibu ini sudah berjam - jam menunggu anaknya engga kembali kesini dan sekarang dede minta nomor telfon anaknya untuk jemput ibunya". nyokap gue merasa simpati dia berkata "ya, allah tega banget ninggalin ibunya sendirian". nyokap gue berkata pada ibu itu "ibu rumahnya dimana? biar kami antarkan ibu yaa?". ibu itu menanggapi pertanyaan nyokap gue dengan mimik sedih "yaah, bu nomor telfon anak saya engga ada di tas, biasanya di tas, tetapi ini engga ada" dia membongkar semua isi tasnya sampai berantakkan kelantai - lantai. lalu gue bilang ke ibu itu "yasudah bu, gini saja.. biar kami yang mengantarkan ibu ke rumah ibu saja, gimana?? mau kami antar?? sekalian kami juga mau pulang bu" di sela - sela itu nyokap gue pun  berkata "tapi ibu masih inget kan jalan arah kerumah ibu?".

Ibu itu menjawab "alamat rumah saya di fatmawati, deket SMA 2 ciputat nanti saya arahkan mas". karena gue sudah merasa ibu itu sudah tau arah jalan pulang kita langsung menuju parkiran, tetapi sebelum itu gue dan nyokap gue memutuskan untuk menanyakan kembali ke ibu itu. "ibu masih ingat kendaraan anak ibu pada saat itu parkir dimana?". ibu itu menjawab "masih mas, kalo gitu keparkiran dulu saja yaa siapa tau dia masih disini". kita semua pun menuju ke parkiran, dan ...... 

"hmmmmm" ibu itu menghela nafas. 

gue bertanya "kenapa bu?". 

"anak saya sudah meninggalkan saya mas, sudah tak ada kendaraannya mas" dengan mimik yang sangat sedih ibu itu menjelaskannya.

gue pun memberi saran kembali "yaudah yuk bu mari saya antar"

Dan kami pun bergegas mengantar ibu ini ke tempat tinggalnya. sekitar 1 jam perjalanan kami akhirnya sampai di sebuah rumah yang megah dan besar. dalam hati gue berkata "buset ini rumah gede bengeeet, yang ngefel tuh rumah berapa orang". dan kami berhenti tepat didepan rumah itu. 

"ting tooong" gue memencet bel yang tepat berada didepan rumah. "jegreeeeek!!" pagar terbuka. kembali di dalam hati gue berkata "brooooh pagernya kebuka sendiri broooooh!!" dengan terkejutnya gue sama seperti orang awam yang baru tahu pagar otomatis. okeh, gue memang human of village and you too brooh...

Gue lanjutkan cerita ini yaa, setelah itu satpam dari pemilik rumah itu keluar. dan menanyakan ke gue "cari siapa yaa mas?" dengan nada agak kasar. gue menjawab "ini pak, di dalam mobil saya ada seorang ibu yang mengaku tinggal disini makanya saya antar dia kesini pak". pak satpam yang sok beud galak itu kembali bertanya "ibu siapa yaa?". 

Kemudian, "heh, junaedi!! kamu yang sopan kalo ada tamu, ini saya" ibu itu keluar dari mobil dan memaki si satpam itu. dalam hati gue "mamffuusss ente!!", tapi .... satpam itu langsung 180 derajat berubah mimik galak menjadi mimik hello kitty. "eh ibu, dari mana saja bu tadi di cari mas yudi katanya ibu langsung pergi" jawab satpam itu. "enak aja, mana yudi? saya main ditinggal di mall, untung ada mas dan mamanya yang mau mengantarkan saya, kalo engga bagaimana saya mau pulang, jangan mentang - mentang saya sudah tua dan ga ada artinya yaa saya bisa pecat kalian semua" ibu itu terus memaki - maki. seorang laki - laki keluar dari rumah itu. lalu, .... "mah, dari mana saja tadi yudi mencari - cari mama" lelaki itu langsung berbicara. "mamah nungguin kamu yang ditempat tadi yud, kamu sungguh tega, meninggalkan mamah sendirian mamah engga punya nomor hp, sampai - sampai mama mencari nomor telfon kamu di tas mamah engga ada, kalo mamah setia nunggu kamu, tapi kamu engga setia mencari mamah malah kamu asyik berdiam dirumah" emosi dari si ibu terus meluap - luap terhadap anaknya. anak dari ibu tersebut terlihat merasa bersalah, yaa anaknya sepertinya seumuran dengan gue, tapi kenapa dia begitu tega yaa meniggalkan ibunya disana. yaa ga tahu deh yang tahu cuma dia dan tuhan saja mungkin. tak lama gue dan nyokap berpamitan pada ibu, anaknya, dan satpam hello kitty itu. kemudian, kami langsung pulang menuju bekasiiiiii.....

Dari pengalaman pada hari itu gue ambil hikmah yang dikatakan ibu itu...
"mamah setia nunggu kamu, tapi kamu engga setia mencari mamah"
Dengan demikian, dapat di simpulkan bahwa kasih sayang seorang ibu itu sebenarnya tiada duanya, bahkan kasih sayang seorang ibu itu dapat 180 derajat merubah perilaku seorang anjing helder menjadi hello kitty... (coba deh pahami)...


writter : Abdi Setiawan

Ku Tau Itu Adalah Salah...

Cerita yang sebenarnya sudah lalu....

"kukukukuuuruuuyyuukkk" ayam jago depan rumah gue (punya tetangga) berkokok. "hey mentari pagi menyambut pagi ini seceeeeerraaahh, uhuuukk!! okeh past time brooh!!" berlanjutlah gue merapikan tempat tidur dan lalu segera mandi untuk siap berangkat kekampus. Tepat pukul 08:00 di jam gue yang kecepatan 15 menit dengan alasan agar tidak terlambat masuk kelas, gue sudah stand by di bawah untuk segera berangkat kekampus. sebelum berangkat seperti biasa gue melakukan hal seperti ini "buuu dede mau berangkat....". lalu, jawablah nyokap gue "iyaaa bentar ibu matiin kompor dulu". "bruuumm!!" sambil nyokap menunggu nyokap gue membereskan peralatan eksperimen paginya, gue memanaskan si merah manis yang setia menemani gue kalo berangkat ke kampus.


Akhirnya, nyokap gue turun dan berbicara "de?" tanya nyokap gue. "huh? apa bu?" jawab gue sambil bertanya balik kepadanya. "kamu udah ga bareng lagi? kok ibu selalu melihat kamu, tumben pulang begitu cepat, ada apa kamu sama dia?" keponya nyokap gue. "hmmmhmmhm" hela nafas gue. kemudian gue jawab "engga bu, dede sudah lama engga bareng sama dia lagi, yaa taulah namanya anak muda". terlihat bingung nyokap gue dan kembali bertanya "loh, memang dia melakukan apa? sehingga kamu engga bisa bareng sama dia lagi?". dalam hati gue bertanya "ibu ini kepo sekaleeee". kembali gue menjawab pertanyaan nyokap gue "jadi, dede engga bisa bareng dia lagi. dede sudah bukan siapa - siapa dia lagi ibu, mungkin lebih tepatnya kita sudah benar - benar putus".


Nyokap gue kembali bertanya, oke ini pertanyaan selanjutnya lebih dalam mungkin. "iya, ibu tau maksudnya sudah putus, tapi putus karena apa??" pertanyaan super duper kepo dari nyokap gue. kemudian, gue jelaskan semuanya ke nyokap gue "jadi, dede ga terima ibu. dede di tuduh selingkuh dan memiliki pasangan lagi, sebelum itu kami memang bertengkar karena dia menghubungi 3 cowok sekaligus di BBM dan didalam percakapan itu mereka semua menyatakan rasa ingin memiliki kepada dia bu, sehingga dede memutuskan untuk berpisah, bagaimanapun dede bukan cowok yang mau di selingkuhin atau dede engga mau cinta dede di bagi kepada siapapun, cukup 2 tahun memang dia melakukan hal yang sama seperti itu bu, jadi yaa wajar saja memang watak dia seperti itu bu" begitu panjang cerita gue kepada nyokap.


Dan nyokap cuma bilang "yauwes de, kamu itu bisa dapat yg lebih tanpa harus memaksakan dia menjadi seperti yang kamu mau, nanti yang kamu mau akan diberikan allah disuatu saat nanti". gue menanggapinya dengan santai "iyoo bu, yang penting dede fokus kuliah, kerja dan baru dede kalau sudah mapan dede bisa cari pasangan bu, yasudah dede mau berangkat sudah hampir telat ini". "yauwes keluarin si merah manismu, ojo ngebut ngebut pelan pelan sing penting kelakon yoo de" ucap nyokap gue. gue menjawab "ho'oh buu". dan setelah itu gue berpamitan dengan nyokap after that, gue langsung menuju kampus. setiap di perjalanan gue menuju kampus, apa gue salah? apa gue salah setelah bercerita tentang dia ke nyokap? apa gue terlihat anak manja yang merengek agar nyokap gue mendengarkan cerita gue?....


Okeh, gue menyadari itu salah. karena, sama saja gue menjelekkan dia dimata nyokap gue, tetapi gue memiliki alasan untuk menceritakan itu. apa alasan itu??


Alasannya adalah "seorang ibu akan peka terhadap apa yang dialami anaknya, tak ada salahnya ketika seorang ibu mau tahu keadaan anaknya yang sedang mengalami sesuatu."



Thanks..


Writter : Abdi Setiawan

Rabu, 12 Juni 2013

2 Things that Destroy Relationships













Semua orang mendambakan keharmonisan dalam hubungan dan semua orang ingin menjalin suatu hubungan itu berjalan lancar. Tapi, apakah suatu hubungan itu akan indah jika hanya berjalan lancar tanpa harus ada kerikil - kerikil yang akan menghadang suatu hubungan, sehingga menjadi sebuah persoalan??....
Ketidakharmonisan dalam hubungan yang akan berujung pada pemutusan dari kedua pihak tidak bisa dirumuskan dalam satu hal masalah. Biasanya, perkara seperti ini menuntut penyelesaian secara menyeluruh dari partisipasi masing - masing pasangan.
Meski demikian, 2 hal perkara umum yang biasanya menjadi suatu penyebab permasalahan itu.
Antara lain, adalah ...

1. Selingkuh
Yaa, selingkuh memang sudah masalah umum yang terjadi dalam suatu hubungan, tapi ada beberapa cara atau solusi untuk menyelesaikan masalah itu, yaitu jangan bertindak langsung dengan emosional seperti mengucap kasar atau langsung meminta untuk di putus. Di saat kita memergoki pasangan kita berselingkuh. Seperti biasa, pada anak muda seperti kita lebih banyak menggunakan emosi dibanding dengan pikiran sadar kita, untuk menyelesaikan hal ini. Pada beberapa kasus yang ada sekarang ini, perselingkuhan memang terjadi untuk mengakhiri hubungan. Tapi, hal ini tidak selalu berlaku demikian.

Menurut pakar psikologi, perselingkuhan merupakan sebuah sinyal yang memiliki tanda bahwa adanya sesuatu yang tidak beres dalam hubungan. Seperti hal yang pada umumnya orang - orang berkata atau sering bercerita pada kita "dia itu engga pengertian, dia itu egois, dia itu kasar, dia itu menyebalkan....., dsb". Ketidakberesan inilah yang memangkas kebahagiaan selama ini dan menggantinya dengan berselingkuh, sebenarnya bukan berarti ingin mengakhiri tetapi memiliki potensi saja untuk mengakhiri.

Untuk itu, tahan emosi dan bicarakan masalah ini dengan pasangan. Untuk lebih enaknya, biasanya akan melibatkan pihak ketiga yang independen atau pihak penengah yang berperan untuk memberikan pandangan yang lebih jernih. Dalam beberapa kasus juga, perselingkuhan justru memperkuat hubungan. Jadi, usahakan didalam menyelesaikan hal ini jangan langsung menggunakan emosi.

2. Masalah Lama
Dalam setiap pasangan, tak jarang mereka akan selalu mengkaitkan masalah lama. Dalam hal ini, masalah lama merupakan salah satu penyebab utama dibalik "Putus". Ada dua penjelasan dibalik setiap perdebatan atau konflik. Yang utama, yaitu tidak adanya kemampuan individu yang terlibat untuk meredakan konflik. Kedua, upaya pembiaran atau memendam masalah dan berharap penyelesaian pada waktu.

Membiarkan dan mendiamkan suatu masalah, misalnya, bukan tidak mungkin akan menjadi besar dikemudian hari seiring terabaikannya pemecahan solusi. Jika sudah seperti ini, pada saat masalah menjadi semakin besar, upaya penyelesaian kerap terbentur pada status yang 'sudah terlambat'. Jangan menunda mengungkapkan perasaan, apalagi terhadap pasangan sendiri.  Mengkaitkan kembali masalah yang telah lalu juga akan menjadi masalah yang besar karena pemecahan solusi itu tak pernah dapat diatasi. Temukan akar dari masalah yang selama ini tersembunyi dan diskusikan masalah tersebut secara baik - baik, jika perlu dengan melibatkan pihak ketiga atau pihak penengah yang seperti halnya tadi di sub selingkuh, pihak ketiga ini berperan untuk menengahkan suatu keadaan agar jadi lebih baik.

Dari 2 hal diatas yang biasanya menjadi penyebab penghancur hubungan, dapat dilihat bahwa walaupun sebesar apapun masalah itu, kita masih dapat menyelesaikannya dan mencari solusinya tanpa harus menggunakan emosi.

Writer : Abdi Setiawan