Dizaman sekarang teknologi sangatlah berguna. perkembangan teknologi tidak dapat ditahan karena akan terus berkembang sesuai kebutuhan para penggunanya. disamping itu teknologi mempunyai dampak positif maupun negatif. macam - macam teknologi yang muncul setiap tahunnya dimulai dari mesin cuci yang mempunyai kegunaan tunggal hingga sampai komputer yang mempunyai kegunaan bisa mengendalikan berbagai macam teknologi.
kali ini saya akan membahas dampak positif dari handphone iphone 4G :
- handphone yang berbasis iphone (iOS4) ini dapat membantu penggunanya(user) dalam menggunakan email maupun berbagai aplikasi yang berbasis message.
- membantu dalam menyelesaikan tugas kantor yang menggunakan aplikasi document to go yang dapat mengedit documen maupun membuat documen baru.
- sebagai alat komunikasi yang menguntungkan bagi penggunanya.
- timbulnya rasa percaya diri bagi penggunanya karena gadget tersebut hanya diperuntuhkan orang yang mempunyai uang banyak atau dengan kata lain dompet tebal.
- membantu mencarikan jalan pintas menuju kesesuatu tempat dengan bantuan GPS.
- memperluas jaringan persahabatan dengan aplikasi yang terdapat di iphone 4G. social network (facebook , tweeter , picasa , fring , dll).
- menambah pengetahuan tantang teknologi.
dan dampak negatifnya :
- Efek radiasi yang ditimbulkan pada iphone 4G tersebut sama dengan hp - hp atau gadget - gadget yang lainnya. yang dapat mengeluarkan radiasi.mengakibatkan bagi si pengguna tersebut kurang daya ingat.
- sangat mempengaruhi sikap dan perilaku si pengguna karena iphone 4G termasuk hp kalangan atas. sikap yang terjadi pada si pengguna biasanya merasa sombong dan merasa berada dikalangan atas.
- pemborosan , kenapa boros ?? yaa, karena semakin kita menggunakan hp kalangan atas semakin kita mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk browsing maupun menelpon.
- berdampak malas bagi si penggunanya karena lebih senang meemainkan iphone 4G dibandingkan melakukan hal yang positif (belajar).
Sumber :
- http://musik-borneo.blogspot.com/2009/05/dampak-positif-negatif-handphone-bagi.html
- http://www.alhamsyah.com/blog/topics/dampak+positif+dan+negatif+iphone.html
ketika manusia lebih bijak dalam sebuah perkataan dan terkadang manusia lebih terlihat bodoh ketika ketidak konsistenan muncul dari dalam dirinya. dan hidup bagaikan kertas yang bersih ,lalu tergantung kita untuk memulainya dengan warna apa dan menggambarnya dalam bentuk apa sehingga terlihat indah, be good personality. mari menulis blog
Selasa, 03 Mei 2011
Sabtu, 19 Maret 2011
PENELAAHAN SIFAT MANUSIA BERDASARKAN LETAK GEOGRAFIS
JAWA
Bahasa jawa adalah salah satu bahasa yang mengagungkan tingkatan (sepetahuan saya,
bahasa Sunda juga demikian, tapi tidak serumit bahasa Jawa). Secara garis besar, bahasa
Jawa dibagi dalam tiga tingkatan besar:
1. Ngoko (tingkatan terendah)
2. Madya (tingkat menengah); dan
3. Kromo (tingkat tertinggi).
Itu pun masih bisa dibali lagi dalam dalam sub tingkatan:
1. Andhap (rendah/kasar); dan
2. Inggil (tinggi/halus).
Tingkatan dan sub tingkatan tersebut menghasilkan kombinasi yang tidak sederhana, njelimet
dan sulit dipahami. Bahkan oleh orang jawa sekali pun.
Ngoko (kasar dan halus) biasanya dianggap sebagai bahasanya masyarakat umum, rendahan,
kuli, petani, atau paling banter antar teman karib (itu pun dianggap tidak pantas digunakan oleh
kaum ningrat). Kromo digunakan oleh kalangan yang dianggap memiliki kasta tinggi, terdidik,
pintar dan waskito. Macam keturunan ningrat, pamong de es be. Madya? Ya, di antara
keduanya. Penggunaan sub kategori kasar dan halus pada masing-masing tingkatan
memerlukan keahlian yang tidak sederhana.
Bahasa macam mana yang kita gunakan dalam menghadapi seseorang, menunjukkan siapa
diri kita. Golongan rendah, atau anak-anak muda harus menggunakan tingkatan bahasa yang
lebih tinggi kepada mereka yang lebih tua atau lebih tinggi derajatnya. Semakin tinggi orang
yang kita hadapi, semakin tinggi pula bahasa yang kita gunakan. Menghadapi golongan
tertinggi, si pengucap harus menggunakan bahasa level tertinggi pula, kromo inggil. Saya tak
tahu, apakah ada yang lebih tinggi dari itu. Sebaliknya, semakin tinggi derajat pengucap, dia
boleh menggunakan bahasa dengan tingkatan yang lebih rendah kepada lawan bicara yang
lebih rendah. Seorang yang berkedudukan tinggi, raja misalnya, boleh-boleh saja
menggunakan level bahasa mana saja yang dia mau. Terus terang, pada tingkat aplikasinya
dalam kehidupan sehari-hari, saya tidak menguasai. Saya termasuk golongan pengguna boso
Ngoko.
Orang jawa yang lihai berbahasa Jawa, terutama dalam tingkatan Kromo, dianggap sebagai manusia berbudaya dan berbudi luhur. Manusia yang tahu roso (halus perasaannya, hal yang sangat penting dalam budaya Jawa), dan bertata-krama. Mereka disebut "Wong Jawa sing njawani", orang Jawa yang hidup secara jawa. Dan itu sebuah kebanggaan tersendiri.
BATAK
orang batak suka berbicara keras (saya tidak setuju dengan kata kasar) adalah karena mereka asal tinggalnya di daerah pegunungan. di mana jarak antara rumah satu dengan yang lain lumayan jauh, dan untuk memanggil orang lain itu harus berteriak agar didengar dari jauh. Ketika berbicara dengan keluarga dirumah pun, nada tinggi tetap dikeluarkan karena kebiasaan. Nah kemudian kebiasaan ini yang dibawa sampai sekarang sampai pada jaman modern dan walaupun sudah tinggal di kota, karena mereka merasa dengan nada yang keras seperti itulah baru mereka puas berbicara, bukan sebenarnya mereka marah - marah. Dulunya pekerjaan orang batak juga kebanyakan menggembalakan ternak di padang gunung. sembari menunggu ternaknya makan rumput, waktu kosong mereka di isi dengan bernyanyi sekeras kerasnya, karena tidak ada siapa - siapa. mungkin itu juga yang membuat kebanyakan orang batak bagus untuk bernyanyi dan berani melancong dan hidup mandiri.
BETAWI
Asumsi kebanyakan orang tentang masyarakat Betawi ini jarang yang berhasil, baik dalam segi ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Padahal tidak sedikit orang Betawi yang berhasil. Beberapa dari mereka adalah Muhammad Husni Thamrin, Benyamin Sueb, dan Fauzi Bowo yang menjadi Gubernur Jakarta saat ini .
Ada beberapa hal yang positif dari Betawi antara lain jiwa sosial mereka sangat tinggi, walaupun kadang-kadang dalam beberapa hal terlalu berlebih dan cenderung tendensius. Orang Betawi juga sangat menjaga nilai-nilai agama yang tercermin dari ajaran orangtua (terutama yang beragama Islam), kepada anak-anaknya. Masyarakat Betawi sangat menghargai pluralisme. Hal ini terlihat dengan hubungan yang baik antara masyarakat Betawi dan pendatang dari luar Jakarta.
Orang Betawi sangat menghormati budaya yang mereka warisi. Terbukti dari perilaku kebanyakan warga yang mesih memainkan lakon atau kebudayaan yang diwariskan dari masa ke masa seperti lenong, ondel-ondel, gambang kromong, dan lain-lain.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan sebagian besar masyarakat Betawi masa kini agak terpinggirkan oleh modernisasi di lahan lahirnya sendiri (baca : Jakarta). Namun tetap ada optimisme dari masyarakat Betawi generasi mendatang yang justru akan menopang modernisasi tersebut.
SUMBER :
http://www.scribd.com/doc/35042635/rasisme-bhs-jawa
http://apakabarsidimpuan.com/2010/05/mengapa-orang-batak-temperamental
http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Betawi
Bahasa jawa adalah salah satu bahasa yang mengagungkan tingkatan (sepetahuan saya,
bahasa Sunda juga demikian, tapi tidak serumit bahasa Jawa). Secara garis besar, bahasa
Jawa dibagi dalam tiga tingkatan besar:
1. Ngoko (tingkatan terendah)
2. Madya (tingkat menengah); dan
3. Kromo (tingkat tertinggi).
Itu pun masih bisa dibali lagi dalam dalam sub tingkatan:
1. Andhap (rendah/kasar); dan
2. Inggil (tinggi/halus).
Tingkatan dan sub tingkatan tersebut menghasilkan kombinasi yang tidak sederhana, njelimet
dan sulit dipahami. Bahkan oleh orang jawa sekali pun.
Ngoko (kasar dan halus) biasanya dianggap sebagai bahasanya masyarakat umum, rendahan,
kuli, petani, atau paling banter antar teman karib (itu pun dianggap tidak pantas digunakan oleh
kaum ningrat). Kromo digunakan oleh kalangan yang dianggap memiliki kasta tinggi, terdidik,
pintar dan waskito. Macam keturunan ningrat, pamong de es be. Madya? Ya, di antara
keduanya. Penggunaan sub kategori kasar dan halus pada masing-masing tingkatan
memerlukan keahlian yang tidak sederhana.
Bahasa macam mana yang kita gunakan dalam menghadapi seseorang, menunjukkan siapa
diri kita. Golongan rendah, atau anak-anak muda harus menggunakan tingkatan bahasa yang
lebih tinggi kepada mereka yang lebih tua atau lebih tinggi derajatnya. Semakin tinggi orang
yang kita hadapi, semakin tinggi pula bahasa yang kita gunakan. Menghadapi golongan
tertinggi, si pengucap harus menggunakan bahasa level tertinggi pula, kromo inggil. Saya tak
tahu, apakah ada yang lebih tinggi dari itu. Sebaliknya, semakin tinggi derajat pengucap, dia
boleh menggunakan bahasa dengan tingkatan yang lebih rendah kepada lawan bicara yang
lebih rendah. Seorang yang berkedudukan tinggi, raja misalnya, boleh-boleh saja
menggunakan level bahasa mana saja yang dia mau. Terus terang, pada tingkat aplikasinya
dalam kehidupan sehari-hari, saya tidak menguasai. Saya termasuk golongan pengguna boso
Ngoko.
Orang jawa yang lihai berbahasa Jawa, terutama dalam tingkatan Kromo, dianggap sebagai manusia berbudaya dan berbudi luhur. Manusia yang tahu roso (halus perasaannya, hal yang sangat penting dalam budaya Jawa), dan bertata-krama. Mereka disebut "Wong Jawa sing njawani", orang Jawa yang hidup secara jawa. Dan itu sebuah kebanggaan tersendiri.
BATAK
orang batak suka berbicara keras (saya tidak setuju dengan kata kasar) adalah karena mereka asal tinggalnya di daerah pegunungan. di mana jarak antara rumah satu dengan yang lain lumayan jauh, dan untuk memanggil orang lain itu harus berteriak agar didengar dari jauh. Ketika berbicara dengan keluarga dirumah pun, nada tinggi tetap dikeluarkan karena kebiasaan. Nah kemudian kebiasaan ini yang dibawa sampai sekarang sampai pada jaman modern dan walaupun sudah tinggal di kota, karena mereka merasa dengan nada yang keras seperti itulah baru mereka puas berbicara, bukan sebenarnya mereka marah - marah. Dulunya pekerjaan orang batak juga kebanyakan menggembalakan ternak di padang gunung. sembari menunggu ternaknya makan rumput, waktu kosong mereka di isi dengan bernyanyi sekeras kerasnya, karena tidak ada siapa - siapa. mungkin itu juga yang membuat kebanyakan orang batak bagus untuk bernyanyi dan berani melancong dan hidup mandiri.
BETAWI
Asumsi kebanyakan orang tentang masyarakat Betawi ini jarang yang berhasil, baik dalam segi ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Padahal tidak sedikit orang Betawi yang berhasil. Beberapa dari mereka adalah Muhammad Husni Thamrin, Benyamin Sueb, dan Fauzi Bowo yang menjadi Gubernur Jakarta saat ini .
Ada beberapa hal yang positif dari Betawi antara lain jiwa sosial mereka sangat tinggi, walaupun kadang-kadang dalam beberapa hal terlalu berlebih dan cenderung tendensius. Orang Betawi juga sangat menjaga nilai-nilai agama yang tercermin dari ajaran orangtua (terutama yang beragama Islam), kepada anak-anaknya. Masyarakat Betawi sangat menghargai pluralisme. Hal ini terlihat dengan hubungan yang baik antara masyarakat Betawi dan pendatang dari luar Jakarta.
Orang Betawi sangat menghormati budaya yang mereka warisi. Terbukti dari perilaku kebanyakan warga yang mesih memainkan lakon atau kebudayaan yang diwariskan dari masa ke masa seperti lenong, ondel-ondel, gambang kromong, dan lain-lain.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan sebagian besar masyarakat Betawi masa kini agak terpinggirkan oleh modernisasi di lahan lahirnya sendiri (baca : Jakarta). Namun tetap ada optimisme dari masyarakat Betawi generasi mendatang yang justru akan menopang modernisasi tersebut.
SUMBER :
http://www.scribd.com/doc/35042635/rasisme-bhs-jawa
http://apakabarsidimpuan.com/2010/05/mengapa-orang-batak-temperamental
http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Betawi
Selasa, 22 Februari 2011
aplikasi matematika dalam bidang psikologi
Matematka sangat penting memang dalam kehidupan sehari - hari. tidak menutup kemungkinan akan berguna juga dalam psikologi . Matematika menyatukan konsep, teori, dan aplikasi, serta perhitungan manual dan digital (komputerisasi), sebagai jawaban tantangan global, mewujudkan matematika sebagai teman yang akrab dalam hidup, dimanapun kita berada pasti matematika selalu diperlukan dan digunakan. Aplikasi matematika yang berhubungan dengan dunia psikologi adalah statistika. Statistika adalah cara ilmiah yang mempelajari pengumpulan, pengaturan, perhitungan, penggambaran, dan penganalisisan data, serta penarikan kesimpulanyang valid berdasarkan penganalisisan yang dilakukan dan pembuatan keputusan yang rasional. Data tentang suatu hal terdiri dari himpunan nila-nilai atau hasil pengamatan yang dicatat. Data-data tersebut di ambil dari suatu kumpulan atau subjek yang di teliti yang mewakili kelompok yang lebih besar yang mencangkup semua subjek yang ingin diteliti. Kelompok kecil yang mewakili keseluruhan subjek yang diteliti disebut sampel. Sedangkan keseluruhan subjek disebut populasi. Sedangkan yang akan diselidiki disebut objek dan yang memiliki sejumlah nilai disebut variabel. Jadi psikologi juga perlu mempelajari matematika dan statistika karena pengumpulan data itu sangat membutuhkan hitung-hitungan.
(sumber http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/aplikasi-matematika-yang-berhubungan-dengan-dunia-psikologi/).
dalam pengumpulan data statistika sangat berguna. saat melakukan sebuah pengamatan dan pengumpulan data hitung - hitungan itu diperlukan dan disinilah aplikasi matematika digunakan dalam bidang psikologi.
Berdasarkan data yang diambil dari hasil observasi atau pengamatan yang menghasilkan pengumpulan data sehingga, terdapat 2 cara yaitu:
1. sensus : pengambilan data satu persatu dari seluruh populasi
2. sampling : pengambilan data sebagian dari populasi
banyak psikolog yang bekerja dibidang matematika hanya mengamati bagaimana manusia kognisi memproses informasi, menafsirkan simbol matematika, sekaligus mengembangkan dan mememcahkan masalah dalam matematika . jadi, aplikasi matematika dalam bidang psikologi sangat berpengaruh dan juga berfungsi sebagai pengumpulan data berupa statistika dan pengukuran intelegensi. dalam pengukuran intelegensi pun digunakan untuk menghitung kecerdasan otak seseorang.
(sumber http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/aplikasi-matematika-yang-berhubungan-dengan-dunia-psikologi/ )
(sumber http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/aplikasi-matematika-yang-berhubungan-dengan-dunia-psikologi/).
dalam pengumpulan data statistika sangat berguna. saat melakukan sebuah pengamatan dan pengumpulan data hitung - hitungan itu diperlukan dan disinilah aplikasi matematika digunakan dalam bidang psikologi.
Berdasarkan data yang diambil dari hasil observasi atau pengamatan yang menghasilkan pengumpulan data sehingga, terdapat 2 cara yaitu:
1. sensus : pengambilan data satu persatu dari seluruh populasi
2. sampling : pengambilan data sebagian dari populasi
banyak psikolog yang bekerja dibidang matematika hanya mengamati bagaimana manusia kognisi memproses informasi, menafsirkan simbol matematika, sekaligus mengembangkan dan mememcahkan masalah dalam matematika . jadi, aplikasi matematika dalam bidang psikologi sangat berpengaruh dan juga berfungsi sebagai pengumpulan data berupa statistika dan pengukuran intelegensi. dalam pengukuran intelegensi pun digunakan untuk menghitung kecerdasan otak seseorang.
(sumber http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/aplikasi-matematika-yang-berhubungan-dengan-dunia-psikologi/ )
Minggu, 14 November 2010
MANUSIA DENGAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia yang berarti dalam bahasa indonesia keadaaan wajib menanggung segala sesuatu yang menjadi tanggungannya.
ada beberapa jenis tanggung jawab :
a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
b. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan Masyarakat kecil, keluarga terdiri dari suami-istri , ayah ibu dan anak anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga tapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan , pendidikan dan kehidupan.
c. Tanggung jawab terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusai tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lain agat dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkat laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
SUMBER: http://fikriaulia03.blogspot.com/2010/06/manusia-dan-tanggung-jawab.html
ada beberapa jenis tanggung jawab :
a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
b. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan Masyarakat kecil, keluarga terdiri dari suami-istri , ayah ibu dan anak anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga tapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan , pendidikan dan kehidupan.
c. Tanggung jawab terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusai tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lain agat dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkat laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
SUMBER: http://fikriaulia03.blogspot.com/2010/06/manusia-dan-tanggung-jawab.html
Sabtu, 13 November 2010
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
pandangan hidup adalah suatu dasar atau landasan membimbing kehidupan jasmani dan rohani.dan sangat bermanfaat dalam kehidupan. tanpa pandangan hidup semua orang pasti tudak tahu apa yang dia tuju dan dia lakukan itu untuk apa. pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. filsafat adalah kebenaran dalam hal berpikir. kewbenaran dapat dicapai oleh siapa saja. hal inilah yang mebuta pandangan hidup itu penting untuk kita semua.
beberapa pandangan hidup yang diklasifikasikan berdasarkan asalnya :
1.pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu berpandangan benar dan mutlak kebenaranya.
2.Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
3.pandangan hidup hasil dari renungan dan hasilnya 50:50 atau relatif.
pandangan hidup mencapai hal yang sukses atau berhasil adapun langkah - langkahnya sebagai berikut:
1.meyakini
2.mengenal
3.mengabdi
4.mengerti
pandangan hidup tidak sama dengan cita - cita walaupun erat kaitannya dengan cita - cita. makna pandangan hidup yang sebenarnya merupakan cermin dari cita - cita.
SUMBER : http://irfanrahman.wordpress.com/2010/05/31/manusia-dan-pandangan-hidup/
beberapa pandangan hidup yang diklasifikasikan berdasarkan asalnya :
1.pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu berpandangan benar dan mutlak kebenaranya.
2.Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
3.pandangan hidup hasil dari renungan dan hasilnya 50:50 atau relatif.
pandangan hidup mencapai hal yang sukses atau berhasil adapun langkah - langkahnya sebagai berikut:
1.meyakini
2.mengenal
3.mengabdi
4.mengerti
pandangan hidup tidak sama dengan cita - cita walaupun erat kaitannya dengan cita - cita. makna pandangan hidup yang sebenarnya merupakan cermin dari cita - cita.
SUMBER : http://irfanrahman.wordpress.com/2010/05/31/manusia-dan-pandangan-hidup/
MANUSIA DAN KEADILAN
keadilan adalah memperlakukan seseorang atau pihak lain agar mendapat hak yang sama.
Dalam hidupdan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.
Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apabun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.
Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1. Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
2. Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
3. Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
4. dan lain sebagainya.
Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.
SUMBER: http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/28/manusia-dan-keadilan/
Dalam hidupdan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.
Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apabun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.
Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1. Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
2. Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
3. Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
4. dan lain sebagainya.
Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.
SUMBER: http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/28/manusia-dan-keadilan/
MANUSIA DAN PENDERITAAN
penderitaan adalah sesuatu yang menanggung yg tidak enak atau tidak nyaman.
memang terkadang manusia bisa menerima hal yg begitu menyenangkan dan juga bisa menerima hal yg begitu membuat menderita atau dalam bahasa inggris dikatakan (misery) yang berarti menderita atau penderitaan.
dengan adanya penderitaan setiap manusia bisa mengambil sari-sari pelajaran dalam hidupnya untuk tidak masuk lagi kedalam hal yang sama yang membuatnya menderita.setiap orang tak pernah menyadari kalau penderitaan itu bisa membuat kita jadi lebih baik. mereka semua menyimpulkan bahwa penderitaan adalah hal yang sudah berkahir untuk berusaha.karena penderitaanlah kita bisa belajar untuk lebih baik dan berpengalaman.
untuk sebuah kata PENDERITAAN semua orang beranggapan hal yang sangat menakutkan dan harus dijauhi. memang benar kita harus menjauhinya tapi, tak ada orang yang tak luput dari penderitaan setiap orang pasti merasakan yang namanya penderitaan jadi, jangan coba - coba menjauh dari penderitaan.
untuk mengatasi penderitaan sangat diperlukan jiwa yang tegar dan mental yang kuat. dengan begitu dapat diyakini penderitaan dapat dilewati. apabila jiwa tidak tegar dan mental tidak kuat maka orang tersebut yang memiliki jiwa tidak tegar dan mental yg lemah akan beranggapan bahwa dunia ini tidak adil terhadapnya dan akhirnya dia akan memutuskan kehidupannya atau dengan kata lain bunuh diri.
memang terkadang manusia bisa menerima hal yg begitu menyenangkan dan juga bisa menerima hal yg begitu membuat menderita atau dalam bahasa inggris dikatakan (misery) yang berarti menderita atau penderitaan.
dengan adanya penderitaan setiap manusia bisa mengambil sari-sari pelajaran dalam hidupnya untuk tidak masuk lagi kedalam hal yang sama yang membuatnya menderita.setiap orang tak pernah menyadari kalau penderitaan itu bisa membuat kita jadi lebih baik. mereka semua menyimpulkan bahwa penderitaan adalah hal yang sudah berkahir untuk berusaha.karena penderitaanlah kita bisa belajar untuk lebih baik dan berpengalaman.
untuk sebuah kata PENDERITAAN semua orang beranggapan hal yang sangat menakutkan dan harus dijauhi. memang benar kita harus menjauhinya tapi, tak ada orang yang tak luput dari penderitaan setiap orang pasti merasakan yang namanya penderitaan jadi, jangan coba - coba menjauh dari penderitaan.
untuk mengatasi penderitaan sangat diperlukan jiwa yang tegar dan mental yang kuat. dengan begitu dapat diyakini penderitaan dapat dilewati. apabila jiwa tidak tegar dan mental tidak kuat maka orang tersebut yang memiliki jiwa tidak tegar dan mental yg lemah akan beranggapan bahwa dunia ini tidak adil terhadapnya dan akhirnya dia akan memutuskan kehidupannya atau dengan kata lain bunuh diri.
Langganan:
Postingan (Atom)