Selasa, 11 Februari 2014

Artificial intelegensi

Artificial Intelegensi

A.  Sejarah Artificial Intelegensi




Istilah pertama kali artificial intelegensi pertama kali diciptakan oleh John McCarthy pada tahun 1956 ketika dia mengadakan konferensi pertama kepada audience di Dartmouth. Tapi, perjalan untuk memahami kalau mesin itu benar – benar bisa berpikir banyak sebelum sekarang ini. Di Vannevar Bush’s, dia mengusulkan suatu sistem yang menguatkan pengetahuan untuk orang – orang dan pemahaman masyarakat sendiri. Lima tahun kemudian, Alan Turin menulis pada suatu kertas yaitu gagasan mengenai mesin yang mampu mesimulasikan manusia dan kemampuan untuk hal – hal cerdas, seperti bermain catur.
Tidak satu pun yang dapat menyangkal kemampuan computer untuk memproses suatu logika. Tapi banyak hal yang tidak diketahui kalau mesin dapat berpikir. Sebelum tahun 1956, Meskipun komputer menyediakan teknologi yang diperlukan untuk AI, itu bukan awal tahun 1950 bahwa hubungan komputer antara kecerdasan manusia dan mesin benar – benar diamati.
Northbert Wiener, orang Amerika pertama yang membuat observasi pada teori umpan balik. Yang sangat terkenal dengan teori umpan balik adalah thermostat: mengontrol suhu di lingkungan sekitar rumah dan membandingkan dengan suhu yang kita inginkan.  Pada tahun 1955, Newell dan Simon mengembangkan the logic theorist, dianggap banyak orang menjadi program AI pertama. Suatu program yang berupaya untuk menyelesaikan masalah dengan memilih cabang yang akan menghasilkan kemungkinan besar dalam kesimpulan yang benar.

B.  AI dan Kognisi Manusia (mesin berpikir)
pada beberapa abad yang lalu, telah menjawab pertanyaan dari para tokoh yang mempertanyakan “apakah sebuah komputer mampu meniru kemampuan otak serta kognisi manusia?”. Apa yang telah kita pelajari tentang mesin berpikir kita, yang disebut otak, adalah bahwa mesin ini berbeda secara fundamental dibandingkan dengan komputer Von Neumann yang sekarang biasa digunakan. Mungkin AI akan berperan lebih jauh jika komputer lebih menyerupai otak. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai perbedaan otak manusia dan mesin komputer, mari kita lihat di bawah ini.

Komputer berbasis silikon (jenis Von Neumman)

Otak berbasis Karbon (Manusia)

Kecepatan Proses
Dalam nanodetik.
Dalam milidetik sampai beberapa detik.
Jenis
Rangkaian prosesor (kebanyakan).
Prosesor paralel (kebanyakan).
Kapasitas penyimpanan
Sangat besar, untuk informasi berkode digital.
Sangat besar, untuk informasi visual dan linguistik.
Bahan – bahan
Silikon dan elektronik.
Neuron dan organik.
Kerja sama
Sangat patuh.
Cukup kooperatif.
Kemampuan belajar
Sesuai aturan yang ditetapkan.
Konseptual.
Fitur unggulan
Mampu memproses data sangat banyak dalam waktu yang singkat. Efisien dalam biaya, sudah teratur, mudah dirawat, dan bisa ditebak.
Mampu membuat penilaian, kemsimpulan, dan penyamarataan dengan mudah. Pergerakaannya: memiliki bahasa, percakapan, vision, dan emosi.
Fitur terburuk
Tidak mampu belajar sendiri dengan cepat, memiliki kesulitan dengn tugas kognitif  manusia yang rumit, seperti pemahaman bahasa dan produksi.
Memiliki kapasitas penyimpanan dan pemrosessan informasi yang terbatas, pelupa, dan cukup mahal dalam pemenuhan permintaan makanan., minuman, tidur, suhu udara yang sesuai sebagai tambahan atas segala kebutuhan – kebutuhan bio-psikologis lainnya.
Beberapa program komputer bekerja lebih efektif daripada pikiran manusia, dan kebanyakan sangat pintar menirukan hal – hal nyata meski masih sedikit janggal. Komputer mampu memecahkan beberapa masalah, seperti sebuah soal matematika yang mendetail, lebih cepat dan lebih akurat dari pada manusia. Beberapa tugas lain seperti menggeneralisasikan dan mempelajari pola aktivitas yang baru, dilakukan paling baik oleh manusia dan komputer masih kalah baik.

C.  AI dan Sistem pakar (ELIZA, Parry, Net Talk)
Antusiasme para pemain AI langsung menanggapi tantangan yang muncul dari tes Turing dan kemudian menuliskan program yang dirancang untuk menanggapi permintaan bahasa yang tidak bisa dipisahkan dari respon manusia. Dengan menampilkan perspektif dari pandangan yang tersembunyi, sekarang beberapa program ini menjadi tampak sedikit aneh, tetapi ilmu pengetahuan memang seringkali berkembang seperti itu.
ELIZA salah satu program komputer pertama yang mampu berkomunikasi, Eliza, ditulis oleh Joseph Weizenbaum pada tahun 1966. Beberapa revisi atas ELIZA, telah dibuat dari konsep aslinya. Pada satu program yang spesifik, bernama DOCTOR, ELIZA mengambil peran seperti seorang psikiater. Pada contoh berikut ini, peran ELIZA dicetak dalam huruf besar:
Semua pria sama
Dalam hal apa
Mereka selalu menjadi gangguan bagi kita dalam berbagai hal
Bisakah kamu berikan contoh yang spesifik
Yeah, pacarku membuatku datang kesini
Pacarmu membuatmu datang kesini
Dia bilang aku depresi sepanjang waktu
Aku turut bersedih mendengar kamu depresi
Memang benar, aku tidak bahagia
Apakah kamu pikir datang ke sini bisa menolongmu merasa bahagia
Yang pasti aku butuh pertolongan

Percakapan tersebut mungkin akan dianggap seseorang sebagai percakapan yang timbul dalam wawancara antara seorang psikiater dengan pasiennya. Bagaimanapun juga mari kita coba telaah transkrip tersebut lebih dalam. Respons dari komputer cenderung stereotipe, misalnya dia diprogram untuk merespons beberapa kunci kalimat dengan respons yang hanyalah merupakan transformasi dari kalimat aslinya. Seperti ketika “pasien” mengatakan kata kunci “i’m”, ELIZA merespon dengan gaya tutur seperti “aku turut bersedih mendengar kamu...” jika tidak ada kata kunci yang ditemukan, komputer akan menjawab dengan ciri – cirinya yang tanpa isi atau pada beberapa kasus.
PARRY, percakapan seperti apakah yang mungkin dihasilkan jika perannya dibalik yaitu jika seorang psikiater berbicara pada pasien simulasi komputer? Colby, Hilf, Weber, dan Kraemer pada tahun 1972. Mensimulasikan seorang pasien dan menyebut program ini PARRY, karena ia mensimulasikan seorang pasien paranoid. Setelah dilakukan, hasilnya mengindikiasikan sulit dibedakannya model dan pasien dalam setting yang sangat spesial. Tentu saja, akan masuk akal jika timbul perdebatan atas kondisi penelitian yang dibuat – buat, bahwa diagnosa aktual seorang paranoia termasuk wawancara langsung yang mestinya banyak dilakukan, sehingga apabila para juri betul – betul memahami dari tugas tersebut, wawancar mereka akan mungkin lebih berbeda. Meskipun Colby dan rekan – rekannya berhasil memprogram komputer yang mampu merespon serupa dengan respon seorang pasien paranoid, di mana program ini juga lulus tes Turing, tetapi program ini masih jauh dari konsep model pemahaman lengkap dan produksi bahasa.
NetTalk, program ini jenisnya cukup berbeda, berdasarkan pada jaring – jaring neuron, sehingga dinamakan NETtalk. Program ini dikembangkan oleh Sejnowski di sekolah medis Harvard dan Rosenberg di universitas Princeton. Dalam program ini, NETtalk membaca tulisan dan mengucapkannya keras – keras. Model simulasi jaring neuron terdiri atas beberapa ratus unit dan ribuan koneksi. NETtalk “membaca keras – keras” dengan cara mengkonversi tulisan fonem – fonem, unit dasar dari sebuah bahasa.

D.    Pengambilan keputusan dan AI.
Sistem yang berkinerja seperti orang ahli disebut dengan sitem pakar (expert system). Pada dasarnya, sebuah sistem pakar adalah spesialis tiruan yang memcahkan masalah yang termasuk dalam keahliannya. Sistem pakar telah dirancang untuk memcahkan masalah dalam bidang kedokteran, hukum, aerodinamis, catur, dan hal – hal rutin yang sangat banyak yang biasanya membosankan kita, atau bahkan beberapa kasus yang sulit dipecahkan manusia. Sistem ini mengikuti aturan – aturan yang telah ada, yang seringkali menggunakana pohon keputusan, tetapi bagaimanapun sistem ini hanya bisa ‘memikirkan’ satu hal saja. Sistem pakar dalam bidang kesehatan mungkin tidak bisa melihat isi dari sebuah lubang di lantai, tetapi ia bisa membuat diagnosis yang akurat dan masuk akal pada seorang gadis berumur 13 tahun yang sedang demam tinggi, sakit perut, dan konsentrasi menyimpang terkait korpuskel putih. Ada sebuah program yang secara sinis disebut Puff, yang adalah sebuah sistem ahli yang dirancang untuk mendiagnosa kelainan paru – paru, seperti kanker paru – paru dan berhasil mencapai keakuratan sebesar 89% keakuratan seorang dokter berpengalaman. Sistem ini memang selama ini lebih dikenal dalam bidang industri, militer, dan eksplorasi luar angkasa. Mereka cukup baik dalam menjalankan tugas yang memang dirancang untuk mereka kerjakan. Lebih menyenangkan lagi karena mereka tidak mengenal pemogokan dan menuntut gaji lebih. Tidak keberatan jika harus bekerja tanpa henti, dan tidak meminta fasilitas kesejahteraan hidup.


Sumber :
Solso, R. L. (2008). Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar